Ziarah Qubur Orang Tua

بسم الله الرحمن الرحيم

Hadis – 1 Tentang Ziarah Qubur Orangtua[1]

(Serial Hadis lemah dan palsu)

Imam Ath-Thobroni meriwayatkan, dalam kitabnya “Al-Mu’jam Al-Ausath”[2]: 6114 dan “Al-Mu’jam Ash-Shoghir”[3]: 955.

حدثنا محمّد بن محمّد بن النّعمان الشّبل قال: حدّثني أبي قال: حدّثني محمّد بن النّعمان بن عبد الرحمن عمّ أبي قال: عن يحيى بن العلاء الرازي عن عبد الكريم بن أبي أميّة، عن مجاهد، عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلّم: (( من زار قبر أبويه أو أحدهما في كلّ جمعة غفر له و كتب برًّا )).

Imam Ath-Thobroni mengatakan: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muhammad bin An-Nukman Asy-Syibl beliau mengatakan: telah menceritakan kepadaku Ayahku beliau mengatakan: telah menceritakan kepadaku Muhammad bin An-Nukman bin Abdurrohman paman ayahku beliau mengatakan: dari Yahya bin Al-‘Alaa’ Ar-Rozi, dari Abdul Karim bin Abi Umayyah, dari Mujahid, dari Abu Hurairoh رضي الله عنه beliau mengatakan:  Rasululloh صلى الله عليه و سلّم bersabda:

“Siapa yang menziarahi qubur kedua orang tuanya atau salah satu dari mereka pada setiap hari jumat, diampuni untuknya (dosa-dosanya) dan dia dicatat sebagai orang yang berbakti”.

>> Al-Hafizh Zaenuddin Al-‘Iroqi mengatakan dalam kitab beliau “Takhrij Ihya’ ulumiddin”[4]: no 8

أخرجه الطبراني في ” الصغير ” و ” الأوسط ” من حديث أبي هريرة ، وابن أبي الدنيا في ” القبور ” من رواية ابن النّعمان يرفعه و هو معضل . و محمّد بن النّعمان مجهول و شيخه عند الطبراني يحيى بن العلاء البجليّ متروك .

Dikeluarkan oleh Ath-Thobroni di “Ash-Shoghir”[5] dan “Al-Ausath”[6] dari hadis Abu Hurairah, dan juga Ibnu Abid Dunya di “Al-Qubur” dari riwayat An-Nukman dirofa’kan, dan riwayat tersebut mu’dhol. Dan Muhammad bin An-Nukman majhul, dan gurunya pada (riwayat) Ath-Thobroni Yahya bin Al-‘Alaa’ Al-Bujali matruk.

>> Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Haitsami mengatakan dalam kitab beliau “Majmauz zawaaid”[7]: no 4312.

رواه الطبراني في ” الأوسط ” و ” الصغير ” و فيه عبد الكريم أبو أميّة و هو ضعيف

Hadis ini diriwayatkan oleh Ath-Thobroni di “Al-Ausath”[8] dan “Ash-Shoghir”[9] dan dalam (sanadnya) terdapat Abdulkarim Abu Umayyah dan dia itu perawi yang dhoif (lemah).

 

>> Syekh Al-Abani mengatakan[10]: Hadis ini maudhu’ (palsu). “ Muhammad bin An-Nukman ini, berkata dalam “Al-Mizan” (-yakni: kitab Miizaanul I’tidal) dan diikuti  juga dalam “Al-Lisan” (-yakni: kitab Lisaanul Miizaan):

Majhul (tidak dikenal), telah menyatakan hal ini Al-‘Uqoili. Dan Yahya Matruk (ditinggalkan).

[Syekh Al-Bani] Saya mengatakan:

Dan Yahya ini telah disepakati akan kelemahannya (dhaif). Dan menyatakan dia pendusta Waki’, demikian juga Ahmad beliau mengatakan (-prihal  (-prihal Yahya ini):

((Kadzaab (-Sangat pendusta), dia sering memalsukan hadis)).

Dan Ibnu ‘Adiy mengatakan (-tentang Yahya ini): ((Dan kelemahan riwayatnya sangat nampak jelas, dan hadis-hadisnya palsu)).

 

>> Walhashil: hadis ini palsu, karena di dalam sanadnya terdapat cacat, yakni perawi kadzaab pendusta, majhul (tidak dikenal) dan dhaif (lemah).

Oleh karena itu, tidak halal menisbatkan hadis ini kepada Rasululloh صلى الله عليه و سلّم dan tidak boleh berdalil dengan hadis palsu.

Wallhu A’lam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fathul Bari.

Rabu, 21 Jumadil Akhir 1434H/1-5-2013M.

Jakarta-Klender.


[1] Hadis ini kami angkat, karena penulis pernah mendengar salah seorang Kiyai membawakan hadis ini, ketika sedang mengisi acara yasinan malam Jum’at, untuk menjelaskan boleh bahkan sunatnya mengkhususkan Yasinan pada hari atau malam jum’at.

[2] Lihat “Al-Mu’jam Al-Ausath” oleh Imam Al-Hafizh Abul Qosim Sulaiman bin Ahmad bin Ayyub bin Mathir Al-Lakhmi Asy-Syaami Ath-Thobroni (wafat 360H). Pustaka Darul haromain – Kairo/Mesir.

[3] Lihat “Ar-Rhoudh Ad-Daani Al-mu’jam Ash-Shoghir” oleh Imam Ath-Thobroni juga. Pustaka Dar Ammar – Beirut/Libanon, [cetakan ke-I tahun 1405H/1985M].

[4] Atau populer dengan judul “Al-mughni ‘an Hamlil Asfaar fil Asfaar fi takhriji ma fil Ihyaa’ minal Akhbaar”, oleh Al-Hafizh Abul Fadhl Zaenuddin Abdurrohim bin Al-Husain Abdurrohman bin Abu Bakr bin Ibrohim Al-‘Iroqi (wafat 806H). Pustaka Dar Ibnu Hazm – Beirut/Libanon, [cetakan ke-I tahun 1426H/2005M].  (Syamilah).

[5] Lihat no 2.

[6] Lihat no 1.

[7] Lihat kitab “Majmauz Zawaaid wa Manb’ul Fawaaid” oleh Imam Al-Hafizh Abul Hasan Nuruddin Ali bin Abu Bakr bin Sulaiman Al-Haitsami (wafat 807H). Pustaka Al-Qudsi – Kairo/Mesir, [cetakan tahun 1414H/1994M]. (Syamilah)

[8] Lihat no 1.

[9] Lihat no 2.

[10] Lihat kitab “Silsilatul Ahaadits Adh-Dhoifah wal Maudhu’ah wa Atsaruhas Sayyi’ fil Ummah”: 1/125 no 49, oleh Syekh Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Pustaka Al-Ma’arif-Riyadh, [cetakan ke-II Tahun 1420H/2000M].

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s