Memohon Agar Amalan Diterima

بسم الله الرحمن الرحيم

Memohon Agar Amalan Diterima

{ رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا إِنّكَ أَنْتَ السّمِيْعُ العَلِيْمُ }

“Ya Tuhan kami, terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” [Al-Baqoroh ayat 127]

  Ayat di atas merupakan doa Nabi Ibrohim dan Ismail – عليهما السّلام -pasca pembangunan Ka’bah. Dan merupakan pelajaran bagi kita umat ini sekiranya dua Nabi yang mulia, bahkan Nabi Ibrohim – عليه السّلام – adalah salah seorang ulul azmi, dan beliau digelari pula sebagai Kholilurrohman (kekasih Allah) tingkatan tertinggi dari kalangan para nabi di sisi Allah عزّوجلّ, beliau memohon agar amalan mereka dikabulkan, khawatir tidak akan diterima di sisi Allah sehingga menjadi hal yang sia-sia.

Kemudian, pantaskah kita hamba yang senantiasa berbuat salah dan khilaf siang dan malam, merasa aman dan yakin akan diterimanya amalan kita..?

 

Rasululloh صلى الله عليه و سلّم juga selalu membaca wirid setiap selesai salat subuh doa sebagai berikut:

(( اللهُّمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعًا وَ رِزْقاً طَيِّباً وَ عَمَلاً مُتَقَبَّلاً ))

“Ya Allah sungguh aku memohon kepadamu ilmu yang bermanfaat, dan rizki yang baik, dan amalan yang diterima”.

 Hadis ini dikeluarkan oleh Imam Ibnu Majah no 925, Ibnu Abdil Bar dalam kitab “Jamiubayanil Ilmi wa Fadhlihi” : 1/505 no 1077 dan yang lainnya.

Dari Ummul Mukminin Ummu Salamah رضي الله تعالى عنها dan disahihkan oleh Al-Albani رحمه الله.

Dua dalil di atas, adalah sedikit dari seabrek dalil yang menjelaskan kekhawatiran para Nabi akan amalan mereka. Apakah diterima di sisi Allah atau tidak. Dan merupakan bahan renunangan bagi kita, kemudian untuk mendongkrak azam dan semangat kita dalam beramal dan bersungguh-sungguh dalam memohon kepada Allah agar diterima amalan tersebut di sisinya.

Saya tutup torehan ini dengan firman Allah عزّوجلّ dalam surat Al-Ahzab ayat 21 dan Al-mumtahanah ayat 4:

{ لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا }

“Sesungguhnya telah terdapat pada diri Rasululloh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allah” [Al-Ahzab: 21].

{ قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ }

“Sesungguhnyatelah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrohim dan orang-orang yang bersama dengan dia” [Al-mumtahanah: 4].

 

 

 

 

 

Fathul Bari.

Jumat, 16 Jumadilakhir 1434H.

Jakarta – Klender.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s