Kehidupan Para Ulama

بسم الله الرحمن الرحيم

Cuplikan Semangat Ulama’

Faedah : Senin, 12-Jumadil Akhir – 1434H.

 

  Mengingat dan membicarakan tentang semangat dan kesungguhan para ulama’ di dalam belajar dan mencari ilmu adalah tema yang sangat menarik untuk diangkat di atas secarik kertas. Dapat membangunkan semangat kita yang masih terlelap tidur, dan menyegarkan gairah kita dalam belajar yang sudah cukup antusias.

Kisah mereka sekilas Nampak seperti fiksi dan dongeng belaka. Karena apa yang ditorehkan oleh sejarah dan diabadikan oleh para sejarawan benar-benar di luar dugaan orang yang hidup di zaman ini.

Berikut kami angkat satu saja dari kisah-kisah nyata tentang kesungguhan, keuletan dan semangat mereka dalam mencari ilmu.

>> Imam Abu Ibrohim Ismail bin Yahya Al-muzani  wafat 263H رحمه الله تعالى  salah seorang murid Imam Abu Abdillah Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i  رحمه الله تعالى. Beliau mengatakan:

” كتبت كتاب الرسالة منذ زيادة على أربعين سنة، و أنا أقرأه و أنظر فيه و يقرأ عليّ، فما من مرّة قرأت أو قرئ عليّ إلّا و استفدت منه شيئا لم أكن أحسنه ” [مقدمة محقق الرسالة للشافعي: 61]

”Aku telah menulis kitab Ar-Risalah semenjak 40 tahun lebih, dan aku senantiasa membaca, menelahnya dan dibacakan untukku. Maka tidaklah setiap kesempatan itu (-yakni) berkali-kali aku membacanya dan dibacakan untukku melainkan aku memperoleh darinya faidah yang tidak aku fahami sebelumnya”[1]

و في رواية: ” قرات كتاب الرسالة للشافعي خمسمائة مرّة، ما من مرّة إلاّ و استفدت فائدة جديدة لم أستفدها في الأخرى ” [نفس المرجع: 98]

Dan dalam riwayat yang lain beliau mengatakan: “Aku telah membaca kitab Ar-Risalah karya Asy-Syafi’i 500 kali, setiap kali membacanya aku mendapatkan faidah yang baru yang belum aku dapatkan pada kali yang lain”[2]

و في رواية: ” أنا أنظر في  كتاب الرسالة للشافعي منذ خمسين سنة ، ما أعلم أنّي نظرت فيه من مرّة إلّا و أنا أستفيد شيئا لم أكن عرفته “

Dan dalam riwayat yang lain: “Aku menelaah kitab Ar-Risalah karya Asy-Syafi’i semenjak 50 tahun, aku tidak pernah tahu bahwa setiap kali membacanya kecuali aku selalu mendapatkan suatu faidah yang belum aku ketahui”.[3]

>> Imam Abdurrohman bin mahdi.

Kitab tersebut adalah Ar-Risalah, karya emas Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i رحمه الله تعالى , yang telah beliau tulis ketika masih muda atas permintaan Imam Abdurrohman bin Mahdi, kemudian beliau mengirim kitab ini kepadanya. Oleh sebab itu, Imam Abdurrohman bin Mahdi mengatakan:

ما أصلّي صلاة إلّا و أنا أدعو للشافعي فيها

“Tidaklah aku salat, melainkan aku selalu berdoa untuk Asy-Syafi’i”[4]

Walhasil: Kita dapat mengambil 2 pelajaran yang sangat berharga dari pernyataan dan ucapan dua Imam besar ini.

>> Semangat yang membara, kesungguhan dan tekat yang kuat sekuat gunung baja. Selama 50 tahun dan 500 kali membaca dan menelaah satu buku karya Imam Asy-Syafi’i yang sangat sulit sekali.

Semangat yang sangat luar biasa.

Lantas kita, buku apakah yang sudah pernah kita baca sampai selesai dari sampul ke sampul? Berapa kalikah? Berapa lamakah kita mempelajari buku tersebut?

Pertanyaan ini harus tetap melekat dalam memoar kita dan harus tercatat dalam kamus belajar kita.

>> Mengakui dan mengembalikan keutamaan yang Allah berikan kepada kita melalui orang lain siapa pun itu. Kemudian mendoakan orang tersebut di sela-sela doa dan munajat kita; karena dia telah memberikan ilmu yang belum kita ketahui.

Imam Abdurrohman bin mahdi berterimakasih kepada Imam Asy-Syafi’i dan menyebutkan keutamaan beliau atas apa yang diajarkan kepadanya melalui tulisan tersebut meskipun Asy-Syafi’i kala itu jauh lebih muda darinya. Orang bijak mengatakan:

إذا أفادك الإنسان بفائدة *** من العلوم فأدمن شكره أبدا

و قل فلان جزاه الله صالحة *** أفادنيها و ألق الكبر و الحسدا

Apabila seseorang memberikanmu satu faidah * dari ilmu maka teruslah bersyukur padanya.

Dan katakanlah, orang itu semoga Allah membalasnya dengan kebaikan* beliau telah memberikan aku faidah ini. Dan buanglah rasa sombong dan hasad.[5]

Fathul Bari.

Jakarta, Klender-Kampung Bulak.

Senin, 22 April 2013M.


[1] Muqoddimah tahqiq kitab “ Ar-Risalah karya Imam Asy-Syafi’i” halaman 61, oleh  Syekh Ahmad Muhammad Syakir. Pustaka Syuruq Ad-Dauliyyah – Kairo [cetakan ke III tahun 1426H/2005M].

[2] Ibid (halaman 98)

[3] Ibid.

[4] Ibid.

[5] Lihat kitab “Ya Tholibal Ilmi” hal 16, oleh Syekh Abdul Aziz bin Muhammad As-sadhan. Pustaka Darel Atsariyyah – Kairo, cetakan  ke I  tahun [1432H/2011M].

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s