Mencari Berkah

بسم الله الرحمن الرحيم

«اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا»

“Ya Allah berkatilah umatku pada waktu paginya”

Dari (( Shohr [bin Wada’ah] Al-Ghomidi D dari Nabi j beliau bersabda: “Ya Allah, berkatilah umatku pada waktu paginya..!! ”.

Apabila beliau j mengirim pasukan perang, beliau mengirimnya pada awal hari.

Dan dahulu Shohr Al-Ghomidi seorang sudagar, beliau menggelar dagangannya pada waktu pagi, maka beliau menjadikan kaya dan berlimpah hartanya )).

Hadis ini dikeluarkan oleh Abu Daud no 2606, Tirmidzi no 1212, Ibnu Majah no 2236 dan yang lainnya. Dan disahihkan oleh Imam Al-Albani.

Hadis yang mulia ini, menerangkan kepada kita bahwa; berniaga di waktu pagi adalah sangat dianjurkan. Karena Rasulullah J meminta keberkahan untuk umat ini pada waktu paginya.

Tujuan utama menggalap rizki adalah mencari keberkahannya, walaupun itu sedikit. Karena karunia yang sedikit namun diberkahi, jauh lebih baik daripada yang banyak akan tetapi tidak diberkahi.

Oleh karena itu, sangat disayangkan para pedagang dari kaum muslimin zaman ini, mereka keluar pada waktu siang hari -itu pun kalo mereka salat subuh-, dan waktu paginya tidur dan bermalas-malasan.

Sehabis salat subuh, setelah berzikir pagi petang hendaknya kita bergegas keluar menggelar usaha kita untuk mencari karunia ilahi dan sekaligus menjalankan perintah Allah dalam firmannya:

{ فإذا قضيت الصلاة فانتشروا في الأرض و ابتغوا من فضل الله }

“Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di mauka bumi; dan carilah karunia Allah …” [surat Al-Jumu’ah ayat 10].

Ayat ini sebabnya khusus pada waktu salat jum’at, namun hukumnya umum berlaku untuk setiap salat. Dan diantara doa yang diajarkan oleh baginda Nabi yang mulia J ketika keluar dari masjid:

(( اللهم إني أسألك من فضلك ))

“Ya Allah, aku meminta/memohon kepadamu dari karuniamu”

Dan dalam ayat yang lain Allah azza wa jalla berfirman:

{ فإذا غرغت فانصب }

“Apabila kamu telah selesai dari satu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain” [surat Asy-Syarh ayat 7].

Pada ayat ini terdapat anjuran untuk bersungguh-sungguh dan berpindah dari mengerjakan satu amalan ke amalan yang lainnya.

Saya tutup tulisan ini dengan sabda Rasulullah j :

(( احرص على ما ينفعك و اتعن بالله و لا تعجز ))

“Bersungguh-sungguhlah dalam mengerjakan apa-apa yang bermanfaat bagimu, dan memintalah pertolongan kepada Allah [pent- dalam urusan kamu], dan janganlah kamu lemah”.

Semoga Allah melapangkan keberkahannya kepada kita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fathul Bari.

Jakarta, Klender.

Jumat 9 Muharrom 1434H.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s